Imam Mahkamah Adat tegaskan momentum pulang Basamo untuk mengenal jati diri Urang Minang

Mentreng.com | Kab.Solok – Sejak pandemi Corona, terhalang kerinduan untuk pulang kampung bagi perantau Minang untuk bersilaturahmi ketika lebaran Idhul Fitri, namun di tahun 2022 ini baru mendapatkan kesempatan untuk melepaskan kerinduan terhadap kampung halaman, demikian pula yang di alami perantau Nagari Tanjung Balik Kecamatan X Koto Di Atas, Kabupaten Solok, dengan mengadakan berbagai kegiatan seperti Munas dan pemilihan pengurus DPP IPPTAB dan Munas serta pemilihan pengurus DPP KWARTAB yang keduanya dilaksanakan untuk periode 2022-2025, dan kegiatan olahraga, kesenian, keagamaan dan pembekalan penguatan adat Minangkabau bagi pemangku adat, bundo kanduang serta pemahaman adat bagi masyarakat di kampung maupun di rantau, yang di adakan sejak tanggal 1 Mei sampai Tanggal 7 Mei 2022.

Dalam kesempatan itu dihadirkan pula Tengku Irwansyah,SH. Angku Datuk Katumangguangan selaku Imam Majelis Mahkamah Adat Alam Minangkabau untuk memberikan pencerahan adat bagi masyarakat yang haus akan siraman pengetahuan tentang keminangkabauan, yang dilaksanakan Sabtu, 7 Mei 2022 di Nagari Tanjung Balik.

Tengku Irwansyah,SH. Angku Datuk Katumangguangan yang akrab di panggil Angku, memaparkan tentang Apa itu Adat Minangkabau serta bagaimana kedudukan Nagari Tanjung Balik selaku Cumati Koto Piliang di wilayah Langgam Nan Tujuh dalam Adat Lareh Koto Piliang.

Namun Angku sebagai tokoh Adat Minangkabau, lebih menekankan pada aspek kehidupan masyarakat perantau, agar mengenal jati dirinya sebagai Urang Minang dimanapun berada, begitu juga sebaliknya, masyarakat kaum adat di Nagari Tanjung Balik juga mesti menjaga dan memelihara warisan budaya nenek moyang, agar tetap menjadi Urang Minang yang beradat dan beradab, bukan hanya menjadi orang Sumbar yang menjadikan adat hanya sebagai seremonial belaka.

Wali Nagari Tanjung Balik Irfan Fiktono sangat antusias dan mendukung kegiatan pencerahan adat, sebab kehadiran Angku selain sebagai narasumber yang memaparkan tentang keminangkabauan sangat jelas dan mudah dipahami, baik secara akademis maupun secara tradisi, serta sesuai dengan fakta dan mengena dihati masyarakat, Selin itu kedatangan Angku Datuk Katumangguangan selaku Pucuk Bulek Alam Minangkabau beserta rombongan secara adat kabasaran merupakan anugrah yang tidak bisa dianggap biasa, memberikan kesan yang mendalam dan kami akan segera menindaklanjuti kegiatan yang lebih besar lagi dengan menghadirkan Angku ujar wali nagari.

BACA JUGA :  Festival Pesona Minangkabau Bakal Segera Digelar¬†¬†

Hal senada juga disampaikan Datuk Bandaro selaku ketua KAN Tanjung Balik didampingi Datuk Pangulu Sati selaku Ninik mamak pucuk suku, mengharapkan agar Angku bersedia kembali hadir di Nagari Tanjung Balik untuk memberikan pengetahuan tentang keminangkabauan terutama tentang apa dan bagaimana sesungguhnya sejarah dan kedudukan Cumati Koto Piliang di Alam Minangkabau.

Selain itu Sekjend MAAM Tarmizi Anas Datuk Rajo Bangkeh menjelaskan bahwa MAAM adalah ormas adat Minangkabau yang sama kedudukannya dengan ormas Adat lainnya di Sumbar seperti LKAAM, BAKOR KAN, BUNDO KANDUANG, MTKAAM dll, namun bedanya MAAM selain ormas juga Limbago adat di bawah payung ameh Pucuk Bulek Alam Minangkabau, maka kehadiran Angku beserta MAAM di Nagari Tanjung Balik selain memenuhi undangan juga merupakan kewajiban bagi kami selaku Ninik Mamak untuk memberikan pengetahuan tentang keminangkabauan kepada masyarakat hukum adat, terutama perantau Minang agar tidak kehilangan identitas jati dirinya sebagai Urang Minang, ujar Datuk Rajo Bangke.**

Komentar
Print Friendly, PDF & Email