Pengawas : Pekerjaan Tidak sesuai Perencanaan

308
Mentreng.com  |  Sumatera Barat – Direktur CV Griya Utama turun langsung kelokasi kegiatan rehab Kantor Balai Wartawan Rabu 18/12 bersama Konsultan Perencana, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, Pengawas Kegiatan.
Dikutib dari Sumaterapost.co, Netrizal, sebagai pengawas kegiatan
mendapati pekerjaan yang tidak sesuai dengan perencanaan seperti, rangka plafon gibsum, didalam spesifikasi teknis dan Bill of Quantity menggunakan bahan Holow zincallum dengan ukuran 4 X 4cm yang berfungsi sebagai rangka utama, namun yang terpasang adalah holow dengan ukuran 2 X 4cm bahkan didapati bahan yang berfungsi sebagai penggantung dijadikan sebagai bahan rangka plafon.
Pelaksana kegiatan harus memasang atau mempergunakan semua bahan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis dan BoQ yang ada jika tidak akan mengurangi kualitas dan berdampak buruk terhadap pengguna, ucap Netrizal.
Iskandar yang menjabat sebagai PPTK dalam kegiatan rehab tersebut ketika dikonfirmasi awak media menjawab, jika pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan atau spesifikasi teknisnya, kami selaku PPTK tidak akan menerima pekerjaan tersebut, pihak ketiga selaku pelaksanaan kegiatan harus bertanggung jawab untuk menyelesaikan semua item-item kegiatan seperti yang sudah tertuang dalam kontrak kerja.
Sementara, Yasmed Direktur CV. Griya Utama sebagai pihak ketiga dalam kegiatan tersebut ketika dikonfirmasi mengatakan, kita berjanji akan menyelesaikan semua item-item pekerjaan sesuai dengan apa yang diminta oleh Pengawas Kegiatan dan berjanji akan memasang kembali rangka plafon gibsum sesuai dengan bahan serta ukuran yang tertuang dalam BoQ  ucapnya kepada Iskandar yang menjabat sebagai PPTK, Konsultan Perencana, Pengawas kegiatan, Ketua Pekat-IB DPD Tanah Datar Bonar S.W. S.Sos dan beberapa orang awak media dilokasi kegiatan, Rabu 18/12.
“Apapun alasannya bila pekerjaan tidak sesuai spek atau petunjuk pelaksanaan tentunya akan mengurangi nilai proyek atau kegiatan itu sendiri dan hal ini jelas termasuk dalam ranahnya tindak pidana korupsi, diharapkan, khususnya kepada semua pekerjaan yang dikerjakan oleh rekanan yang notabene menggunakan uang rakyat untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan perencanaan dan spesifikasi teknis atau kontrak kerja yang disepakati dan ditandatangani, jika tidak, maka dapat dikenakan sangsi terhadap perusahaan rekanan bahkan bisa-bisa berakhir di bui” ucap Bonar S.W. S.Sos.
Kini jelas sudah, apa yang pernah kita sampaikan dan apa yang sudah kita jabarkan melalui media ini sebelumnya, tentang adanya dugaan pekerjaan yang dikerjakan oleh CV. Griya Utama yang tidak sesuai dengan Bill Of Quantity dan melenceng dari spesifikasi teknis adalah nyata, ini adalah fakta dan fakta ini terbukti setelah pekerjaan tersebut diperiksa secara detail dan rinci oleh pengawas kegiatan dan perencana kegiatan secara bersama-sama pada hari ini, tutur Bonar kepada media ini sebelum berangkat ke Kota Padang untuk menghadiri acara pisah sambut Kapolda Sumbar, Rabu 18/12.(*)
Editor : Meriyanto
Komentar
BACA JUGA :  Wabup Zuldafri Darma Serahkan Bantuan Pada Korban Kebakaran